Medan, 20 Mei 2026 – Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah melaksanakan kunjungan edukatif ke kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di kantor BEI Sumut yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda Baru No. A5-A6, Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai investasi dan pasar modal syariah.

Kegiatan bertajuk Sekolah Pasar Modal Syariah itu diawali dengan penyampaian materi oleh Rifdhan Annasrullah selaku Staff Wilayah BEI Sumatera Utara. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa investasi merupakan upaya mengelola aset agar mampu memberikan hasil atau keuntungan di masa mendatang.
Ia juga menyampaikan bahwa tujuan investasi tidak hanya untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk mengalahkan inflasi serta mempersiapkan kebutuhan masa depan. Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis produk investasi, baik yang bersifat likuid maupun tidak likuid.
Pada sesi materi pasar modal syariah, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar Islam dalam aktivitas pasar modal. Prinsip tersebut meliputi larangan riba, gharar, maysir (judi), serta kewajiban atas kehalalan barang dan jasa yang menjadi objek transaksi.
Dalam penjelasannya, riba diartikan sebagai tambahan dalam transaksi efek yang telah ditetapkan di awal dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari transaksi tersebut. Sementara gharar merupakan ketidakjelasan atau ketidakpastian dalam akad, baik terkait kualitas, kuantitas, maupun penyerahan objek akad. Adapun maysir dijelaskan sebagai aktivitas yang mengandung unsur untung-untungan, penipuan, ataupun manipulasi.
Selain itu, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai perkembangan pasar modal Indonesia, termasuk adanya sekitar 957 perusahaan yang telah tercatat (listing) di bursa efek. Peserta turut dikenalkan dengan istilah emiten, yakni perusahaan terbuka atau perusahaan yang telah tercatat di pasar modal.


Kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para peserta. Pada akhir acara, seluruh mahasiswa mengikuti kuis edukatif yang diselenggarakan panitia. Setelah itu, peserta diarahkan untuk melakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui aplikasi IPOT milik IndoPremier Sekuritas sebagai langkah awal praktik investasi di pasar modal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep investasi syariah secara lebih mendalam serta meningkatkan literasi keuangan dan pasar modal syariah di kalangan generasi muda.
